Kisah Sarjana Muda

11 06 2010

Oleh: Abdul Rasyid

Abdul "Ufiz" Rasyid

Setiap habis ‘Isya, seperti hari-hari sebelumnya, tibalah kewajiban akademisku yang memaksa untuk duduk berjam-jam di depan komputer. Aku harus meyelesaikan skripsi yang hanya tinggal satu bab. Membuka-tutup buku merupakan hal yang mengasyikan bagiku. Namun, kadang juga merupakan hal yang membosankan karena harus mengorbankan otak dinginku menjadi panas. Ditemani lantunan lagu yang dinyanyikan Iwan Fals, tiba-tiba muncul kekhawatiran dalam diri ketika memperhatikan seksama bait demi bait lagu Iwan Fals yang berjudul “Sarjana Muda”. Aku terhipnotis oleh kekuatan yang dimiliki lagu ini.

Berjalan seorang pria muda
Dengan jaket lusuh dipundaknya
Di sela bibir tampak mengering
Terselip sbatang rumput liar
Jelas menatap awan berarak
Wajah murung smakin terlihat
Dengan langkah gontai tak terarah
Keringat bercampur debu jalanan

Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Mengandalkan Ijasahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
Tuk jaminan masa depan

Langkah kakimu terhenti

Di depan halaman sebuah jawatan
Terjatuh lesu engkau melangkah
Dari pintu kantor yang di harapkan
Tergiang kata tiada lowongan
Untuk kerja yang di dambakan

Tak peduli berusaha lagi
Namun kata sama yang kau dapatkan
Jelas menatap awan berarak
Wajah murung s’makin terlihat

Engkau sarjana muda
Resah mencari kerja
Tak berguna Ijasahmu
Empat tahun lamanya
Bergelut dengan buku
Sia-sia semuanya
Setengah putus asa dia berucap
”Maaf ibu”

Demikianlah lirik lagu lama “Sarjana Muda” yang dilantunkan Iwan Fals itu. Lagu menceritakan seorang sarjana yang mengembara untuk mencari kerja. Kelihatan jelas kesusahan telah menderanya.

Hatiku ngilu mengenang nasib malang yang menimpa sarjana muda itu, tapi aku hanya bisa mengatakan, aku akan melakukan sesuatu agar tidak semalang nasib si “Sarjana Muda” tadi. Di luar sana mungkin masih banyak sarjana-sarjana muda tak semalang nasib sarjana muda keluaran Iwan Fals tadi. Pada saat itulah aku mencoba mengkristalkan harapan agung ku dalam satu penyataan yang ambisius dan bersemangat. Aku ingin melanjutkan kuliahku ke tingkat lebih tinggi agar bisa mencerahkan masa depanku. Begitulah cita-citaku. Namun, mengingat keadaanku yang terbatas maka cita-cita lebih tepat itu disebut impian saja. Aku gaibkan saja impianku ini. Tapi ku mencoba tuk optimis, paling tidak itu adalah salah satu tujuanku dalam langkah hidupku. Teringat perkataan Thomas charlyle, “seseorang dengan tujuan yang jelas akan membuat kemajuan walaupun melewati jalan yang sulit. Seseorang yang tanpa tujuan, tidak akan membuat kemajuan walaupun ia berada dijalan yang mulus”

Aku tak ingin terlalu jauh mengkhayal. Ketika rasa kantuk begitu keras merasuki. Seakan-akan sang mimpi mengabarkan kepadaku bahwa ia kan segera datang karena sudah larut malam. Jarum jam pun sudah melewati puncak jumlah angka yang tertulis, sehingga terasa begitu malas berputar (mungkin jarum jam juga ngantuk…). Ku close winamp yang memutar berkali-kali lagu “Sarjana Muda” tadi, yang sempat mengantarkan pada pintu khayalan yang terlalu tinggi.

Walaupun hanya sebuah lagu tetapi akan lebih bermakna ketika kita menghayati bait-bait yang terkandung dalam lagu itu. Bagitulah arti lagu bagiku.

Penulis Mahasiswa Fakultas Syariah jurusan Siyasah Jinayah. Berasal dari kec. Alalak

About these ads

Aksi

Information

3 responses

12 06 2010
indradelta

gimana nasib saya nanti mas….saya baru masuk tahun ini

Jangan anda menyerah sebelum berjuang, Mas

12 06 2010
selly

kisah ini menjadi cerminan, trimakasih untuk renungannya..

Sama-sama, mari kita berbagi cerita

30 03 2011
sugiyanto

ehm… terimaksih… motivasi yang baik untuk diri saya…

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: