Pengalaman Masuk Kuliah

12 06 2010

Oleh: Fauzi “Jack” Rahmadi

Mahasiswa Fak. Syariah dari kec. Tabukan, Batola

Fauzi "Jack" sekarang menjabat sebagai ketua asrama Putra.

Saya adalah mahasiswa IAIN 06, pertama masuk kuliah saya tidak mengenal siapa-siapa dan tragisnya lagi saya tidak mengenal sama sekali yang namanya Banjarmasin, namun ada nasib baik yang masih berpihak pada saya karena ingat punya kenalan/teman dari Kapuas (Lisada) yang kuliah di AKBID. Semua orang tentunya tau bagaimana keadaan Kampus IAIN itu, seakan-akan merasa berada di Arab. Namun apa yang saya alami, saya seakan-akan meminta tolong sama orang yang salah namun saya masih bersyukur ada yang mau menolong, terasa aneh dan tak wajar karena dia memakai pakaian yang tak seharusnya memasuki lingkungan Kampus IAIN dengan pakaian yang serba terlihat auratnya. Namun apa boleh buat Cuma dia yang saya kenal dan bisa dipinta pertolongannya untuk membantu saya sampai masuk IAIN.

Ternyata nasib yang seperti pertama terulang lagi setelah saya sendiri lagi tanpa tau harus mengadu sama siapa lagi tentang masalah kuliyah saya, namun nasib baik masih ada karena ternyata ada teman sekampung yang juga kuliah di IAIN (Amat Robot) yang lebih dulu dari saya setahun. Dia lah yang membantu segalanya hingga sampai saya benar-benar aktif kuliah, namun ternyata kuliah saya pun cuma bisa bertahan sampai satu semester dan semester kedua saya sudah harus terminal (cuti).

Bukan karena keuangan atau materi jadi masalah saya harus menempuh jalan itu(cuti), namun takutnya saya akan menjadi hancur dengan keadaan yang saya hadapi di Banjarmasin yang saya alami dengan kebebasan yang berlebihan, istilah mengatakan bagai Moyet yang turun kekacang. Namun ternyata niat saya untuk terminal (cuti) masih punya masalah dengan dosen-dosen yang ada di kampus saya, kata mereka dari pertama kampus ini (IAIN) berdiri belum ada orang yang terminal (cuti) disemester dua. Dan akhirnya saya harus bercerita kembali tentang apa yang saya alami selama semester satu, anehnya lagi saya berani meminta mereka untuk memilih, apa saya harus sampai disini (berhenti) atau mereka memberi jalan solusi atau keluar saya dengan terminal (cuti). Akhirnya terminal jalan terbaik yang saya tempuh untuk cita-cita saya.

Kritik dan saran atas apapun yang anda lihat di blog ini, silahkan kirim ke mail: Saya akan mempostingkan kritik dan saran tersebut, kecuali jika anda tidak menghendakinya.


Aksi

Information

One response

20 06 2010
jembatanrumpiang

Setiap orang punya jalannya sendiri,. dengan besusah payah atau mulus itu bukanlah suatu ukuran keberhasilan, yang penting langkah yang kita mulai haruslah menjadi akhir dari perjalanan,. artinya sekali melangkah takkan mundur lagi,. itu kawan jadi kesusahan atau kesenangan hanyalah godaan dalam perjalanan kita,.
MAJU TERUS ASRAMA BATOLA, MAJU TERUS KMKB, SAATNYA TUNJUKAN DIDIKASIMU UNTUK BARITO KUALA,

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: