SUARA SEORANG IBU UNTUK ANAKNYA

8 07 2010

Nak…………….
Menjadi Ibu itu indah dan mulia. Besar kecemasanku menanti kelahiranmu dulu, dan belum hilang sampai saat ini. Kecemasan yang indah karena ia didasari sebuah cinta.
Meskipun demikian, ketahuilah menjadi Ibu itu berat dan sulit. Butuh perjuangan yang tak kenal lelah dan kesabar sepanjang tarikan nafas ini.
Tapi ku akui, betapa sepanjang masa kehadiranmu di sisiku, aku seperti menui makna keberadaanku dan tugas keibuanku kepadamu.
Sepanjang masa keberadaanmu adalah salah satu masa terindah dan paling aku banggakan didepan siapapun. Bahkan dihadapan Tuhan,ketika aku duduk berduan berhadapan dengan-NYA, hingga saat usia senja nanti.
Nak………………….
Saat pertama engkau hadir, kucium dan kupeluk sebagai buah cintaku dan Ayahmu. Sebagai bukti, bahkan aku dan Ayahmu tak lagi terpisahkan oleh apapun jua meski karang membentang dan tembok tebal menjadi sekat pemisah.
Tapi seiring waktu, ketika engkau suatu kali telah mampu berkata ’tidak’, timbul kesadaranku siapa engkau sesungguhnya.
Engkau bukan milikku, atau milik Ayahmu. Engkau adalah milik Tuhan. Tak ada hakku menuntut pengabdian darimu, karena pengabdianmu semata-mata seharusnya hanya untuk Tuhan.
Nak………………
Sejak saat itu, satu-satunya usahaku adalah mendekatkanmu kepada pemilikmu yang sebenarnya. Tugasku bukan membuatmu dikagumi orang lain, tapi agar engkau dikagumi dan dicintai Tuhan
Inilah usaha terberatku, karena artinya aku harus lebih dulu memberikan contoh kepadamu untuk dekat kepada Tuhan. Keinginanku harus lebih dulu sesuai dengan keinginan Tuhan, agar perjalanmu mendekati-NYA tak lagi terlalu sulit.
Kemudian, kitapun memulai perjalanan itu berdua, tak pernah engkau kuhindarkan dari kerikil tajam dan lumpur hitam. Aku cuma menggenggam jemarimu dan merapatkan jiwa kita satu sama lain. Agar dapat kau rasakan perjalanan rohaniah yang sebenarnya.
Saat engkau mengeluh lelah berjalan, kukuatkan engkau karena kita memang tak boleh berhenti. Berhenti berarti mati, inilah kata-kataku tiap kali memeluk dan menghapus air matamu ketika engkau hampir putus asa.
Akhirnya nak…………….
Kalau nanti, ketika semua manusia dikumpulkan dihadapan Tuhan pencipta alam, dan kudapati jarakku amat jauh dari-NYA, aku akan ikhlas. Karena seperti itulah aku di dunia.
Tapi… kalau aku boleh berharap, aku ingin saat itu aku melihatmu dekat dengan Tuhan.
Aku akan bangga nak, karena itulah bukti bahwa semua titipan bisa kita kembalikan kepada pemiliknya……….


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: