Kebijakan di Warung Kopi

4 05 2011

Oleh: Rasyid “uviz”Batola

Nongkrog di warung kopi pinggir jalan merupakan hal yang menyenangkan di malam hari yang dingin,hawa dingin mulai terasa menusuk tulang. Tak lupa diambilnya sebuah tahu goreng hangat.Tanpa disadarinya, ada 2 lelaki setengah baya yang sedang berbincang-bincang dengan amat sangat serius sekali.  Karena penasaran, aku mencoba mendengarkan apa yang mereka perbincangkan.

Pria 1: “…….. Itulah hidup. Kadang kita di atas, kadang pula kita di bawah”.

Pria 2: “Aku tahu itu. Tapi, bukan dengan cara seperti ini kan?”

Sambil berpikir, apa topik pembicaraan kedua orang di depannya.

Pria 1: ”Tiap pimpinan, memang punya kebijakan masing2”.

Pria 2: “Kalo ini sih, bukan masalah kebijakan coy, tapi cenderung pada Like and Dislike”.

Waduh…makin kebingungan mendengarnya. aku mencoba menenangkan pikiran sambil minum kopi manisnya seteguk.

Pria 1: ”Ya udahlah coy, terima aja jabatan baru kamu. Enjoy aja. Jabatan tuh hanya titipan, dan nantinya kamu bakal dimintai pertanggungjawaban”.

Pria 2: “Ya iyalah…tapi kalo boleh jujur, banyak temen2 yang lain juga ngerasa kecewa sama kebijakan itu”.

Oalaah…aku tau sekarang. Mereka lagi membahas masalah jabatan dan kebijakan.

Pria 2: “Coba bayangkan…!!! Si A, yang track recordnya buruk, kerjanya gak bagus, karena dia dekat sama pimpinan yang baru, dia mendapatkan posisi yang enak. Bandingkan dengan si B, orangnya jujur, pekerja keras, kerjanya bagus, tapi dia mendapatkan posisi yang gak pas, hanya karena si B anak kesayangan pimpinan yang terdahulu”.

Pria 1: “Ya udahlah…ambil hikmahnya aja. Mungkin karena si B kerjanya bagus, jadi dia ditempatkan pada posisi yang kurang pas, dengan tujuan si B bisa mengangkat Instansi yang dia pimpin”.

Dengan lemas Pria 2 menjawab: “Mudah2an sih seperti itu, jadi bukan ada unsur like and dislike”.

Lalu kedua orang tadi sama-sama terdiam. Nampak kesedihan pada raut wajahnya. Tak terasa malam makin larut. aku pulang. Dalam perjalanan pulang dia menyimpulkan pembicaraan kedua orang tadi. Pimpinan baru pasti punya kebijakan baru. Tiap kebijakan, pasti ada pro dan kontra. Walah…ruwet juga. Akhirnya Bendol cuma bisa berharap, Pimpinan baru harus bisa membawa sesuatu, hal, daerah, wilayah yang dipimpinnya lebih maju, lebih aman, lebih makmur, lebih sejahtera dari pada pimpinan yang lama.

Yang bikin membuat penasaran sampai saat ini adalah, siapa kedua orang tadi? Pegawai Pemerintahan-kah? Pegawai Perusahaan-kah?

Siapa pimpinan yang dimaksud? Presiden? Gubernur? Bupati? Walikota? Direktur? Camat? Lurah? Ketua RT? Ketua RW?

Ah..daripada pusing mikirin itu semua, mendingan tidur aja. tak ada gunanya.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: