Abdul Rasyid

23 01 2012

Sang Ketua

 

Jika disamakan dengan status pejabat, maka Abdul Rasyid dapatlah dikatakan sebagai kepala daerah, Bagaimana tidak, jabatannya ‘setingkat’ Bupati karena  menjadi ketua mahasiswa Batola yang tergabung dalam Kerukunan Mahasiswa Batola (KMKB) IAIN Antasari Banjarmasin. Uviz demikianlah panggilan sehari-hari sarjana politik Islam Fakultas Syariah, juga sering dipanggil Ketua karena memimpin KMKB. Namun, Ufiz bukanlah pribadi ambisius untuk terlalu lama ‘berkuasa’, ia sangat berharap untuk segera diganti, selain masa jabatannya sudah habis juga ia ingin berkonsentrasi mencari pekerjaan.

Menjabat sebagai Ketua KMKB, pria kelahiran Alalak ini tidak hanya mengurus keperluan mahasiswa. Nuraninya tergugah ketika tahun 2010 lalu, terjadi kebakaran di kota Marabahan yang menghanguskan Pasar Wangkang dan sekitarnya. Sebagai Ketua, Uviz cepat tanggap dengan menunjukkan kepedulian mahasiswa. Ia mengerahkan anggota KMKB untuk turun ke pertigaan jalan Ahmad Yani dan  Gatot Subroto untuk meminta sumbangan kebakaran. Aksi sosial itu mereka lakukan selama tiga hari dan mengumpulkan jutaan Rupiah yang kemudian diserahkan dalam bentuk barang untuk anak-anak sekolah ke Dinas Sosial Batola.

Uviz yang menyenangi sepakbola dan futsal termasuk dalam barisan mahasiswa mandiri. Ketika orang tuanya menanyakan biaya SPP, skripsi dan wisuda segera dijawabnya, sudah ada dana  untuk itu. Padahal, sebenarnya ia tidak mengantongi uang sepeserpun. Namun, tidak lama kemudian ia mendapat tawaran untuk menjadi surveyor, uang hasilanya digunakan untuk  membayar segala keperluan studinya hingga wisuda. Pekerjaan sebagai surveyor sudah biasa dilakukan Uviz dan ia sering mengajak teman-teman asrama.

Pria yang akan mengakhiri masa lajangnya tahun 2011 ini, sering berangkat ke pelosok Kalimantan Selatan untuk melakukan berbagai survey di kalangan masyarakat. Bahkan, ia sering melakukan Misterious Shopper (MS) terhadap karyawan bank, atau tepatnya melakukan penilaian atas kinerja pada pelayanan, juga beberapa kantor gerai selular, hingga terhadap karyawan (SPG) mall di kota Banjarmasin. Aktivitas terkini yang dilakukannya adalah menjadi pendamping peneliti dari UI yang mengamati jeruk Sungai Kambat, Barito Kuala.

Banyak hal yang dipetiknya menjadi surveyor, kadang tidak didapatkan di bangku kuliah. Penyuka tetralogi Laskar Pelangi ini beranggapan kebahagian hidup akan didapatan jika dijalani dengan keras dan penuh semangat. Selain itu, ia ingin membuktikan kecintaan terhadap daerah, khususnya Alalak, dengan cara membuat film dokumenter pembuatan jukung Alalak yang terkenal itu.

Kita tunggu karya Uviz.

Catatan: Setelah lulus kuliah, Ufiz masih sering melakukan survei. Namun, pekerjaan sehari-harinya menjadi ahli IT di sebuah foodcourt dalam salah satu mall terbesar di Kota Banjarmasin.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: