Purwanto

23 01 2012

Hidup Harus Terus Menyala

Sempat mengeluh akan kesulitan hidup ketika pertama kali masuk asrama. Beruntung Pur, panggilan sehari-hari Purwanto ini dikuatkan oleh teman-temannya sesma penghuni asrama agar tidak mudah putus asa. Berasal dari daerah transmigrasi Gampa Asahi, mahasiswa yang tegolong jangkung di asrama ini akhirnya sanggup merubah sikap dari putus asa menjadi bersemangat.

Memiliki tinggi badan 180 cm ini, kerap diminta bantuan teman-teman asrama untuk menggantikan bola lampu yang mati. Maka seperti lampu listrik yang memberi terang, Pur bertekad hidup harus terus menyala. Untuk itulah ia menganggap kuliah membawa manusia kepada pengetahuan yang menerangi kebodohan.

Bercita-cita menjadi sarjana Fakultas Syariah, pengguna tim Real Madrid dan Arsenal di Play Station ini rela bekerja sebagai penjual jagung bakar di Siring Seberang Masjid Sabilal Muhtadin. Sebelumnya, ia pernah menjadi pelayan di sebuah rumah makan bersama sohibnya Dendy.

Ia tergolong penghuni asrama yang tidak pelit, teman-teman sering berhutang pulsa pada Pur. “Sekarang jual pulsa stop dulu” kata Pur karena teman-teman masih belum bayar. Pernah bekerja sebagai pencuci sepeda motor dan mobil, Pur memasang strategi bertahan hidup dengan menjual bensin apabila pulang kampung.

Kini Pur sedang memikirkan untuk pindah dari asrama. Bukan karena masalah, tetapi ia ingin mengembangkan bisnis berjualan es batu.

Wah Pur nggak ngajak-ngajak nih.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: