Antisipasi Golput, Mahasiswa Batola Sosialisasi Pilkada

8 10 2012

Marabahan, BARITO

Khawatir rendahnya partisipasi pemilih dalam pemilihan kepala Daerah di Kab. Batola terjadi seperti tahun 2007 lalu, yang partisipasinya hanya sekitar 60 persen, kalangan mahasiswa yang tergabung dalam Kerukunan Mahasiswa Kabupaten Batola (KMKB) bekerja sama dengan  Dinas Kesbangpolinmas Batola mengadakan acara sosialisasi Pilkada Kabupaten Batola tahun 2012 bagi pemilih pemula.

Acara yang diadakan sabtu  (8/9) tadi di aula Kecamatan Alalak dihadiri oleh Camat Aalak, Haris Isroyani dan kasbag  Kesbangpolinmas, Nor Ipani yang sekaligus menjadi pemateri. Hadir juga sebagai pemateri, H. Basuni Alamsyah, ketua panwaslu Kabupaten Batola dan Maziniah Elmi, anggota KPUD Batola.

Pemaparan tiga orang pemateri di hadapan 86 peserta yang terdiri dari mahasiswa dan pelajar Batola menyampaikan pentingnya partisipasi pemilih untuk mencoblos pada pilkada Batola yang akan dilaksanakan kamis (13/9) mendatang.

“Seperti lagu Krisdayanti, hari pencoblosan tinggal menghitung hari,” kata Nor Ipani, salah seorang pemateri kepada peserta.

Menurutnya, partisipasi pemilih di Batola pada pilkada sebelumnya hanya 60 persen. Ia berharap pemilih lebih rasional mensukseskan pilkada Batola dengan menjalankan hak pilihnya. Sehingga muncul kandidat Bupati dan Wakil Bupati terpilih periode 2012-2017.

Peserta Nampak antusias mengikuti acara, terutama ketika sesi Tanya jawab yang dimoderatori Nasrullah, staf pengajar Prodi Pendidikan Sosiologi, FKIP Unlam. Zubaidah, siswi MAN 5 Marabahan menanyakan kepada ketua panwaslu Batola, H. Basuni Alamsyah, tentang money politik.

Menanggapi pertanyaan tersebut, Basuni menjelaskan, harus dibedakan antara money politik dan cost politik (ongkos politik).

“Apabila ada yang memberikan uang dan mengajak untuk memilih salah satu calon, itulah money politik,” terang Basuni Alamsyah.

Sedangkan Maziniah Elmi, anggota KPUD Batola juga mendapat banyak pertanyaan dari peserta, antara lain, tentang partisipasi mahasiswa sebagai pemilih dalam pilkada Batola. Masruba peserta dari Tamban menanyakan tentang surat edaran ketua KPUD tentang penegasan hak pilih, juga gugatan gugur calon independen terhadap KPUD Batola.

“Bagaimana kalau ada TPS di Kampus, sehingga mahasiswa Batola di Banjarmasin lebih mudah mencoblos,” kata Porwanto mahasiswa dari Kecamatan Gampa.

Atas pertanyaan itu. Maziniah terlebih dahulu menjelaskan jumlah pemilih di Batola sekitar 220.447 orang KPUD Batola sebagai pelaksana pilkada, sanagt berharap kesadaran politik mahasiswa yang terdaftar sebagai pemilih untuk mencoblos. Adapun TPS, mesti berada di Wilayah Batola. Berbeda dengan  pilpres, pemilih bisa melaksanakan hak pilihnya di luar negeri di masing-masing kedutaan besar RI.

Selain menjawab pertanyaan peserta. Maziniah juga melakukan simulasi pencoblosan suara, kepada mahasiswa dan pelajar sebagai pemilih pemula.

Di akhir kegiatan sosialisasi, ketiga pemateri sama-sama menekankan agar pemilih pemula berpartisipasi dalam pencoblosan pilkada Batola tersebut. Juga diharapkan mengajak keluarga yang memiliki hak pilih untuk datang mencoblos ke TPS.

“Suatu saat anda mungkin akan dipilih, maka mulailah dari memunaikan hak anda sebagai pemilih,” kata Nasrullah, sebagai moderator mengakhiri acara sosialisasi tersebut.
Terbit di Harian Barito Post, 10 Septemberi 2012


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: