HIDUP ADALAH PERJALANAN

18 11 2015

“jika kelak impian kau kan terwujud, ku titipka doaku bersamamu”

-Dibawah Lindungan Ka’bah-

 

Hidup adalah perjalanan, pengembaraan yang akan terus berlanjut. Perputaran yang akan terus meggelindingi waktu. Hiduplah seperti orang yang sedang berjalan menuju puncak pencapaian Ilahi. Menerobos semak belukar, mendaki gunung yang curam, menyeberangi samudra yang dalam. Dan ketika sedang lelah isturahatlah untuk bernafas yang lebih dalam, menghirup Teh atau kopi sembari menikmati perjalanan yang telah di lalui. Mengintropeksi diri agar mengurangi kecelakaan yang sama.

Apapun makanan dalam perjalanan kita, tujuan tetap sama, puncak terindah agar dapat melihat pemandangan yang indah di bawahnya, melihat ranumnya hijau pohon. Dalam perjalanan tertinggi kita sering mengeluh, bahkan kadang sudah menyerah sebelum di coba untuk mendaki puncak tertinggi. Dan kegagalan seorang pendaki adalah karena gengsi untuk mengatakan pada mereka bahwa kita lelah, ingin istirahat sejenak melepas lelah. Ada yang muntah dalam perjalanan, banjir keringat dan air mata, melepas lelah berbaring di atas rumput.

Dan kita adalah manusia yang pasti sering menerima lelah, maka minumlah dan makanlah serta istirahat. Pendakian tidak bisa di paksakan, selagi masih ada nafas kita bisa melanjutkannya pada hari esok ketika matahari terbit kembali. Bahkan pada malam hari pun kita mampu mendaki dan sungguh tidak terasa lelah, tapi kita hanya mampu melihat pada cahaya senter tidak dapat melihat pemandangan sekitar saat mendaki. Tapi kita tidak merasa lelah sebab hawa dingin yang menyejukkan badan pada saat melangkah.

Namun kesegaran pada saat melangkah tetap terdapat pada air putih. Air murni kesegaran. Yang tak terkontaminasi pada teh, kpi dan gula. Seperti halnya perjalanan hidup, kita butuh obat untuk meredakan sakit yang datang, butuh olahraga mencapai kesegaran. Dan tentu saja butuh berhenti sejenak mengisi sesuatu yang lelah,

Dan suatu ketika kitapasti akan mengalami yang namanya kecelakaan dalam hidup, jatuh dari pendakian, terjerembet mobil saat mengendarai hidup. Itulah seni kehidupan yang telah Tuhan suguhkan dan lihatkan pada kita yang slalu terfokus pada apa yang di depan. Dengan masa lalu yang mungkin menjadi trauma, kita belajar untuk lebih hati-hati. Mengurasi kesalahan-kesalahan hidup yang pernah kita lewati. Menyempurnakan kekurangan. Itulah hidup yang jalan tak slalu mulus pasti ada duri dan paku yang menghadang di jalan ketika kita melangkah menuju sesuatu yang lebih baru.

Dan pada suatu ketika kita melangkah lagi, tak usahlah takut untuk duduk menjadi penumpang hidup ku, kita akan salalu mempunyai permasalahan dalam hidup, tapi kita bisa menentralisisrnya sehingga kita masih bisa bersyukur pada kecelakaan apapun yang Tuhan berikan. Puncak kebahagiaan seseorang adalah slalu menerima dengan senyuman sandiwara dari langit, sebab kita adalah lakon di bumi,

Orang-orang sering berkata badai pasti berlalu, pelangi hadir setelah hujan badai menerpa. Pelangi slalu Nampak setelah hujan mereda, itulah Rahmat Tuhan yang slalu punya maksud yang tersirat di dalamnya. Cobalah kita tidak usah menggurutu, menikmati perjalanan ini pada jalannya. Terjatuh kita wajar.


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: